Pages

Jumat, 13 Mei 2011

Ayoo Mengenal Gulma !! (Gulma Perairan)

Gulma adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di suatu tempat yang tidak dikehendaki. Gulma memiliki sifat yang khas antara lain mampu menyesuaikan dirinya pada kondisi yang mencekam, memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi, daerah penyebarannya luas, biji gulma juga mengalami masa dorman sehingga ia dapat bertahan pada siatuasi yang tidak menguntungkan dan akan tumbuh jika situasi lingkungan mendukung, dan memiliki daya kompetisi yang tinggi.
Dalam pertanian,  gulma  menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan produktifitas pertanian. Gulma menimbulkan kerugian karena menimbulkan persaingan dengan tanaman pokok, mengotori kualitas hasil produksi tanaman, menimbulkan allelopathy, mengganggu kelancaran pekerjaan para petani, sebagai perantara atau sumber hama dan penyakit, mengganggu kesehatan manusia, menaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian dan menurunkan produktivitas air.
Berdasarkan habitatnya, gulma dikelompokkan menjadi gulma darat (terrestial weeds) dan gulma air (aquatic weeds). Gulma darat yaitu gulma yang tumbuh pada habitat tanah atau darat. Contoh Cyperus rotundus, Imperata cylindrica, Cynodon dactylon, Amaranthus spinosus, Mimosa sp. , dan sebagainya. Gulma air yaitu gulma yang tumbuh di habitat air. Gulma air dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
1). Gulma air garam (saltwater atau marine weeds), yaitu gulma yang hidup pada kondisi air seperti air laut, misal di hutan-hutan bakau. Sebagai contoh Enchalus acoroides dan Acrosticum aureum.
2). Gulma air tawar (fresh water weeds), yaitu gulma yang tumbuh di habitat air tawar. Dikelompokkan lagi ke dalam:
a). Gulma yang tumbuh mengapung (floating weeds), contohnya Eichornia crassipes, Salvinia cuculata, Pistia stratiotes.
b). Gulma yang hidup tenggelam (submerged weeds), dibedakan  ke dalam :
Ø  Gulma yang hidup melayang (submerged not anchored weeds), contoh Ultricularia gibba.
Ø  Gulma yang akarnya masuk ke dalam tanah (submerged anchored weeds), contoh Hydrilla verticillata, Ottelia alismoides, Najas indica, Ceratophyllum demersum.
c). Gulma yang sebagian tubuhnya tenggelam dan sebagian mengapung (emerged weeds), contoh Nymphae spp. , Nymphoides indica.
d). Gulma yang tumbuh di tepian (marginal weeds), contoh Panicum repens, Scleria poaeformis, Rhychospora corymbosa, Polygonum sp., Ludwigia sp., Leersia hexandra, Cyperus elatus.


Usaha-usaha untuk mengendalikan gulma dapat ditempuh dengan beberapa cara, yaitu
1) Preventif; Cara ini terutama ditujukan terhadap species-species gulma yang sangat merugikan dan belum terdapat tumbuh di lingkungan kita. Cara-cara pencegahan masuk dan menyebarkan gulma baru antara lain adalah : Dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma, Pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang, Pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumput-rumput makanan ternak, Pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan, 2) Pengendalian secara fisik; dengan pengolahan tanah, pemotongan, penggenangan, pembakaran, 3) Pengendalian dengan kultur teknis; pergiliran tanaman, penaungan dengan tumbuhan penutup,  4) Pengendalian  dengan cara biologis; ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain, seperti insekta, fungi, ternak, ikan dan sebagainya, 5) Pengendalian secara kimiawi; adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida, 6) Pengendalian terpadu; yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Cara-cara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi, kondisi dan tujuan masing-masing, tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif, misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida, jarak tanam dengan penyiangan, pemupukan dengan herbisida dan sebagainya, di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain.
Seperti yang telah disebutkan di atas, berdasakan habitatnya, gulma dibedakan menjadi dua, yaitu gulma darat dan gulma air. Gulma darat, biasanya menjadi permasalahan untuk daerah pertanian, seperti pertanian sayuran, buah-buahan dan perkebunan. Sedangkan gulma air menganggu untuk persawahan, sungai, danau, waduk, irigasi.
Dari banyaknya gulma air tersebut, gulma air yang paling mengganggu dan sangat cepat pertumbuhannya adalah eceng gondok (Eichornia crassipes). Dalam perkembangannya, tanaman keluarga Pontederiaceae ini justru mendatangkan manfaat lain, yaitu sebagai biofilter cemaran logam berat, sebagai bahan kerajinan, dan campuran pakan ternak.
Selain itu ada Azolla pinnata R. Br. (Mata Lele) merupakan kelompok paku air yang tumbuh mengapung di permukaan perairan yang subur. Daerah persawahan merupakan habitat tanaman A. pinnata ini tumbuh. Kelebihan yang dimiliki oleh tanaman mata lele A. pinnata adalah kemampuannya bersimbiosis dengan alga hijau-biru Anabaena azollae. Mekanisme simbiotik dari proses fiksasi nitrogen yang terjadi dapat membuat tanah yang ditumbuhi menjadi subur dan kaya akan nutrisi, khususnya senyawa golongan nitrogen. Selain itu, tanaman ini memiliki berbagai kelebihan diantaranya menyerap limbah cair, bahan uji ekotoksikologi, dan merupakan salah satu bahan pakan ternak yang mempunyai nilai nutrisi tinggi. Banyaknya manfaat yang dapat diambil dari tanaman A. pinnata ini belum dapat diberdayakan secara optimal. Keberadaannya secara alami memang melimpah, namun tidak mendapat perhatian yang baik. (Husna Nugrahapraja, 2008).

Keberadaan gulma perairan jika tidak dikendalikan akan menimbulkan banyak permasalahan. Misalnya untuk sungai dan waduk, pertumbuhan eceng gondok yang pesat akan mengakibatkan terjadi pendangkalan sungai atau waduk dan pengurangan debit air. Maka dari itu perlu dilakukan pengendalian atas keberadaan gulma-gulma air tersebut
mau tau jenis-jenis gulma perairan ayooo lihat paper

1 komentar:

Latiph Sheep mengatakan...

Wiiiy lengkap sekaliii !! Makacii uda sharing.. :)

Poskan Komentar